Monday, 30 June 2014

Memprihatinkan. Itulah kata yang paling tepat dialamatkan buat para Pendekar Kebersihan di Kota Makassar. Bayangkan, garda terdepan yang saban hari berjibaku dengan sampah ini, hanya diupah antara Rp 500 ribu hingga Rp 900 ribu per bulan.

Upah sekecil itu jangan dibandingkan dengan upah buat pekerjaan sejenis di luar negeri. Sandingkan saja dengan Upah Minimum Provinsi Sulawesi Selatan yang kini berada di kisaran Rp 1,8 juta. Apalagi jika dibandingkan dengan Upah Minimum Kota Makassar yang sudah mencapai Rp 1,9 juta. Laksana langit dan bumi. Padahal, para pekerja tersebut bernaung di bawah Pemerintah Kota Makassar yang mengatur UMK tersebut.

Fakta yang super memiriskan ini terungkap ketika Wali Kota Makassar Danny Pomanto bertatap muka dengan para petugas yang setiap hari bergelut dengan sampah. Kesempatan tersebut digunakan Danny untuk mengorek keterangan yang lebih dalam tentang kehidupan keseharian dengan orang yang paling berjasa dalam mendatangkan Piala Adipura itu.

Dan curhat pun mengalir deras. Dengan upah yang seminim itu. Para pekerja pun kadang harus mengeluarkan dana pribadi jika ban mobil armada sampah yang mereka gunakan kebetulan bocor.

Pekerjaan super berat dan penderitaan mereka setiap hari jelas sangat-sangat tidak sebanding dengan upah yang mereka terima setiap bulan. Padahal, banyak teman-teman mereka yang bernaung di lembaga yang sama dengan hanya bekerja “seadanya” mendapatkan gaji yang melebihi upah sebagai petugas kebersihan.

Atas segala curhatan tersebut, wali kota yang baru berbilang hari memimpin kota Makassar, sudah meminta jajarannya untuk mencari solusi agar upah petugas sampah tersebut bisa dinaikkan. Minimal setara dengan UMK Makassar.

Semoga niat baik Danny itu bisa segera terealisasi. Apalagi permintaan bernada janji itu disampaikan menjelang suci Ramadan. Menarik ditunggu realisasinya.*****

Awali Bisnis Bermodal Rp 635 ribu. Berminat? Hub 0813 5505 2048 PIN 7D3F47E5

1 comments: